Limbah PKS 4 PT.TBL Diduga Cemari Sungai Jeneli

  • Bagikan
banner 468x60

Banyuasin – Sekitar 500-an warga dan mahasiswa yang tinggal di pinggir sungai jeneli desa Cinta Manis lama  di Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin dalam waktu dekat akan melakukan unjuk rasa ke kantor Gubernur Sumatera Selatan dan Pabrik PKS 4 PT.TBL, hal tersebut disampaikan oleh salah satu koordinator aksi Andi Leo, Selasa (25/10) di  Palembang.

Unjuk rasa akan dilakukan karena dipicu dugaan pencemaran sungai Jeneli limbah pabrik kelapa sawit (PKS) 4 PT . Tunas Baru Lampung. Tbk.

banner 336x280

Menurut Andi, akibat pencemaran air sungai tidak bisa lagi dikonsumsi dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Pencemaran sungai juga mengakibatkan hilangnya mata pencaharian penduduk setempat yang menggantungkan hidup dari mencari ikan di sungai Jeneli.

Andi juga mengatakan, bau limbah kelapa sawit dan asap dari cerobong pabrik menjadi santapan sehari-hari penduduk di sekitar PKS PT.TBL. Kemudian banyak warga yang mengeluhkan sakit perut dan gatal-gatal setelah menggunakan air sungai Jeneli.

Ditambahkan pula bahwa aksinya nanti adalah bentuk dorongan agar segera menyelesaikan persoalan pencemaran tersebut, sebelum jatuh korban lebih banyak lagi.

Andi juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menuntut izin PT.TBL dicabut, memberikan ganti rugi kepada masyarakat di daerah aliran sungai dan mendesak polisi serta Kementerian Lingkungan Hidup mempidanakan perusahan. “Kami tunggu turun ke lapangan kalau tidak kami yang akan turun sendiri ke perusahan,” kata andi.

Menyikapi hal itu, Ketua DPD Aliansi Indonesia Sumatera Selatan, Syamsuddin Djoesman langsung memerintahkan kepala bidang intelijen investigasi, berangkat ke pabrik kelapa sawit PT.TBL.

Menurutnya, Sungai Jeneli merupakan sumber mata pencaharian ribuan warga desa cinta manis lama. Warga pinggir sungai menggantungkan hidupnya dengan menangkap ikan dari sungai tersebut. Sementara air digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci hingga konsumsi.

“ Perosalan pencemaran sungai dan udara yang diduga akibat limbah pabrik kelapa sawit PT TBL telah disampaikan warga dengan keluhan akibat gangguan limbah pabrik ke sungai dan polusi udara. Seperti gatal-gatal, sakit perut, bau busuk dan gangguan penglihatan, “ Tegas Syamsu.

Warga yang menggantungkan hidupnya dari sungai Cinedang, antara lain Desa Sebubus, Teluk Tengirik dan Prambahan, “Kami berharap pihak PT.TBL itu tidak membuang limbahnya sembarangan apalagi sampai mengalir ke sungai. Karena sungai ini kami konsumsi setiap hari,” jelas Sengal salah seorang warga Desa Sebubus.

Pihak pabrik kelapa sawit (PKS) PT.TBL, saat dikonfirmasi Serambi melalui Kepala Bagian HRD Riki, tidak bisa berkomentar banyak karena akan dirapatkan dulu ke pihak manajemen, “ nanti akan kami rapatkan dulu ke pihak manajemen,” Kata Riki.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *